Liputan.

Liputan9Online.

Iklan

Menu Bawah

‎Mencari Nafkah Berujung Duka, Tiga Nelayan Wafat Di Tengah Laut. ‎

Senin, 31 Agustus 2026, Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T03:00:34Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Liputan9.online | Belawan
Tiga anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir meninggal dunia dalam insiden tragis saat menjalankan aktivitas melaut di perairan Pangkalan Brandan Provinsi Sumatera Utara, Senin (31/08/2026).

‎Ketiga korban masing-masing bernama Iwan (±51 tahun), Garto (±50 tahun), dan Mamat (45 tahun), yang seluruhnya berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK).


Peristiwa terjadi ketika kapal dengan sembilan ABK itu tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan setelah bertolak dari Gudang Buncuan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan pada pukul 02.30 WIB.


Tragedi bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika Garto memasuki palka bagian depan untuk melakukan pembersihan. Saat berada di dalam palka, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Mamat kemudian berupaya menyelamatkan rekannya dengan masuk ke dalam palka, namun turut mengalami kondisi serupa.

‎Melihat kejadian tersebut, Iwan juga berusaha memberikan pertolongan, tetapi kembali terjadi musibah dan Iwan ikut tidak sadarkan diri. Nakhoda KM Pulau Samosir, Yusri M. Jamil, kemudian mengambil tindakan cepat dengan melarang ABK lainnya mendekati palka untuk mencegah jatuhnya korban tambahan serta memutar haluan kapal kembali menuju darat.


Sekitar pukul 16.00 WIB, KM Pulau Samosir tiba dan bersandar di Gudang Buncuan Gabion. Personel Posal Medan Labuhan segera bergerak membantu proses evakuasi setelah menerima laporan dari pengurus gudang.


Mulai pukul 16.05 WIB, personel bersama ABK melakukan evakuasi ketiga korban dari dalam palka dengan dukungan ambulans yang telah disiagakan di lokasi.


Setelah proses berlangsung, pada pukul 17.30 WIB ketiga jenazah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulance menuju rumah duka masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Posal Medan Labuhan terus memberikan perhatian terhadap penanganan insiden tersebut, termasuk melaporkan kejadian kepada komando atas dan membantu proses evakuasi.


Berdasarkan analisa awal, kondisi di dalam palka diduga berkaitan dengan paparan gas berbahaya atau kekurangan oksigen, namun penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) maritim sangat penting untuk dilakukan, khususnya memastikan semua alat dan area dalam keadaan aman, hal ini guna mencegah kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari," kata salah seorang personel Posal Medan Labuhan. (Nursidin)

Komentar

Tampilkan

Terkini